Selasa, 22 Mei 2012

Berdoa di Depan Piala


Didier Drogba menjadi pahlawan Chelsea saat klub dari London Barat itu menjuarai Liga Champions musim 2011/2012. Pemain bernama lengkap Didier Yves Drogba Tébily itu mencetak gol penyama kedudukan 1-1 melawan Bayern Muenchen hanya lima menit setelah Thomas Mueller mencetak go yang membawa Bayern Muenchen unggul 1-0 menit ke-83.

Setelah bermain imbang pada waktu normal dan babak tambahan waktu, bapak tiga anak ini menjadi penentu Chelsea menjuarai Liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah klub itu. Dalam tendangan 12 pas, Drogba mengarahkan bola dengan pelan menyusur tanah ke sisi kiri penjaga gawang Manuel Neuer, sementara kiper nomor satu Jerman itu jatuh ke kanan.

Setelah menjuarai Liga Champions, The Telegraph melaporkan bahwa para pemain Chelsea enggan beranjak dari ruang ganti Allianz Arena. Mereka enggan pulang ke hotel. Bergadang di sana sampai jam tiga dini hari. Mereka bercengkerama, bercerita satu sama lain. Bahkan Drogba menari di atas meja mengelilingi piala itu. Tetapi ini bukan sekedar menari. Tetapi sebentuk doa seorang Drogba di depan piala yang baru direbutnya itu untuk pertama kali dalam sejarah Chelsea. Sebuah cara berdoa khas Afrika.

"Drogba menari di atas meja, berdoa untuk piala yang baru direbut tersebut. Ini sebuah pengalaman religius yang luar biasa," kata Chairman Chelsea Bruce Buck.

Ya, Drogba memang seorang yang religius. Sebagai seorang Katolik, dia selalu memulai laga dengan tanda salib. Dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Setiap kali mencetak gol, Drogba tidak pernah lupa membuat tanda salib. Bahkan nyaris mencetak gol saja, Drogba membuat tanda salib. Itulah religiositas seorang Drogba. Tuhan selalu ada dalam permainan sepakbola Didier Drogba yang oleh ibunya dipanggil Titto itu.

Musik
Drogba bukan hanya religius dan jago sepakbola. Dia juga jago musik. Bahkan dia bisa disebut musikus. Saking hebatnya Drogba dalam dunia musik, sampai-sampai ada istilah yang terkenal yaitu "Drogbacite" atau dalam Bahasa Inggris disebut "Drogbaness". Drogbaness adalah sebuah fenomena budaya dalam dunia musik dan tarian yang tidak memperlihatkan tanda-tanda akan hilang. "Drogbacite? Ya itu semua tentang saya, tentang keberhasilan saya dalam empat tahun terakhir," imbuhnya seperti diberitakan The Observer.

Sebelum Piala Dunia Afrika Selatan 2010 silam, dia bersama teman-teman setimnya masuk dapur rekaman dengan sistem magis. Bersama sebuah band lokal, Drogba dan rekannya yang bermain di Arsenal Emmamuel Eboue memperlihatkan bahwa mereka bisa bernyanyi dengan baik yang sama baiknya dengan sepakbola. "Benar saya bisa nyanyi," kata Drogba.

Menurut Drogba, ada hubungan antara musik dan sepakbola. Dan sebelum bermain, dia harus selalu mendengar musik. "Saya butuh musik, khususnya sebelum pertandingan. Saya praktekkan itu di Chelsea, khususnya saat persiapan di ruang ganti," imbuhnya dalam sebuah wawancara dengan The Ovserver.

Droga menikah dengan seorang perempuan asal Mali bernama Diakite Lalla yang dijumpainya di Paris. Perkawinan mereka menghasilkan tiga anak. Anak pertamanya bernama Isaac lahir di Paris pada 1999. Drogba punya dua adik yang juga pemain sepakbola profesional, yaitu Joel dan Freddy Drogba. Freddy yang baru 19 tahun bermain untuk klub Ligue 1 Prancis, Dijon. Akhirnya, selamat yang Drogba... (Alex Madji)

Selasa, 15 Mei 2012

Roberto Mancini, Taat Agama dan Cinta Keluarga


Roberto Mancini baru saja menjuarai gelar Liga Utama Inggris bersama Manchester City, setelah mengalahkan Queens Park Rangers (QPR) 3-2 pada laga dramatis, Minggu, 13 Mei 2012 di Stadion Etihad. Di tengah hingar bingar dan kegemerlapan perayaan kejuaraan tersebut, terselib sebuah kisah. Kisah tentang sisi lain Roberto Mancini.

Sebagai pelatih dan mantan pemain terkenal, ternyata Mancini tetaplah seorang yang taat beragama dan sangat religius. Ketika bergelimang uang, ternyata Mancini tidak pernah melupakan Tuhan. Dia tahu ada campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Tuhan tidak pernah terpinggirkan oleh kegelimangan uang dan popularitas yang dipunyainya.

Bukan hanya rajin mengikuti misa Hari Minggu bersama keluarga. Mantan pemain Sampdoria dan Lazio itu juga rajin berdoa setiap hari. Bahkan, dia juga sering mengunjungi tempat-tempat suci. The Sun memberitakan bahwa pada Maret 2012, Mancini berziarah ke sebuah tempat suci, tempat penampakan Santa Perawan Maria di Bosnia. Tempat ini sudah terkenal sebagai tempat ziarah, terutama di Eropa, meski belum diakui Tahta Suci, seperti Lourdes di Prancis atau Fatima di Portugal.

Sebelum partai terakhir Liga Utama Inggris, Minggu 13 Mei 2012, Mancini yang penganut Katolik taat itu juga menghadiri misa hari Minggu seperti biasa di Gereja Nama Suci Manchester atau Manchester's Holy Name Church. Dia mengikuti misa pukul 08.30 waktu setempat. Dia tidak datang seorang diri. Ada dua pemain City lainnya bersama dia.

Hebatnya lagi, sehabis misa, Mancini tidak segera meninggalkan gereja. Dia menghabiskan waktu 15 menit setelah misa untuk doa pribadi. Sementara dua pemainnya menunggu dia di luar gereja. Pastor gereja setempat, Romo Ray Matus mengakui bahwa Roberto Mancini mengikuti misa di gereja itu.

"Dia menghadiri misa bersama dua pemain lainnya. Setelah misa, dia menghabiskan 15 menit untuk berdoa seorang diri. Dia tampak tenang dan fokus untuk menjuarai Liga Utama Inggris," kata Romo Ray Matus seperti diberitakan The Sun.

Mancini sendiri menegaskan bahwa ada campur tangan Ilahi dalam gelar juara Liga Inggris yang diraihnya. "Ini mukjizat. Tuhan sudah menonton pertandingan ini dan sudah mengulurkan tangan-Nya kepada kami," kata Mancini seperti dikutip Sky Sports.

Yah, Mancini memang berdoa setiap hari. Dia memohon perlindungan Tuhan untuk kehidupannya dan keluarganya secara umum. "Saya tidak mengatakan sesuatu yang lain di ruang ganti. Saya hanya membicarakan sepakbola. Ini hal pertama yang paling penting. Bermain sepakbola itu sangat penting," kata Mancini seperti dilaporkan Manchester Evening News.

Selain rajin dan tekun berdoa, Mancini adalah seorang penyayang keluarga. Ketika para pemain dan pelatih memilih gonta ganti pacar atau kawin cerai dengan begitu gampang, Mancini tetap setia dengan istrinya, Federica. Dia sudah menikahi perempuan ini selama 20 tahun. Darinya lahir tiga orang anak, dua laki yaitu Filipo dan Andre, serta satu anak perempuan.

Filipo dan Andrea juga mengikuti jejaknya berkiprah di dunia sepakbola. Ketika Mancini melatih Inter Milan, Filipo dan Andrea masuk tim muda Inter Milan. Bahkan Filipo sempat main 10 menit di Copa Italia. Nah, begitu pindah ke Manchester City, Filipo dan Andrea pun ikut pindah. Keduanya kini menjadi skuad tim U-21 Manchester City.

Mancini telah memberikan sebuah teladan hidup.Dia tidak silau dengan uang dan popularitas,lantas meninggalkan Tuhan. Dia mengakui adanya Tuhan dan membuat karya-karya agung atas kehidupan pribadi dan keluarganya. Selamat ya Mancio. (Alex Madji)

Kamis, 10 Mei 2012

Mau Wisata Kuliner? Ya ke Bintaro


Kawasan Alam Sutra dan Graha Raya Bintaro di Tengerang Selatan, saat ini menjadi salah satu objek wisata kuliner. Bagi mereka yang ingin memanjakan lidah, tidak salah kalau mengunjungi kawasan ini. Yang paling mencolok adalah Alam Sutra.

Di perumahan elite ini, ada mall bernama Living World. Tetapi sebagian besar isinya adalah restoran dengan berbagai jenis makanan. Jenis makanan apa saja bisa ditemukan di berbagai restoran di mal tersebut. Selain restoran, ada supermarket Hero, toko bangunan, dan pusat elektronik. Tetapi di antara itu semua, yang paling mencolok di sini restoran-restoran dan warung-warung kopinya.

Tidak hanya di situ. Di seberang mal itu ada Flavor Bliz. Ini juga pusat restoran. Berbagai jenis restoran ada di sini. Tinggal Anda pilih. Mau restoran cepat saji atau restoran yang harus menunggu sesaat sebelum pesanan Anda datang. Pada malam tertentu, di sini anda dihibur live music.

Bergerak sedikit dari situ, ke arah Graha Bintaro, khususnya di Pasar Segar, Anda bertemu dengan lokasi serupa. Wisata kuliner. Ya, di tempat ini berbagai jenis makanan kaki lima dijajakan dalam suasana mal, tetapi di bawah alam terbuka. Ada nasi/mie goreng, pecel ayam, seafood, dan masih banyak jenis makanan lainnya. Atau kalau anda sekedar menikmati kopi dan roti bakar, semua ada di sana. Tentu dengan tarif terjangkau.

Uniknya, tempat itu dihiasi lampu warna warni yang terpendar-pendar ketika malam tiba. Lampion-lampion yang bergelantungan di udara juga membuat suasana makan malam Anda makin berkesan. Setiap akhir pekan, terutama malam Minggu, Anda dihibur live music, organ tunggal. Tetapi kalau Anda mau nyanyi juga boleh. Atau sekedar memesan lagu kesukaan Anda juga bisa dilakukan. Penyanyi akan mendendangkan lagu itu sambil Anda juga ikut bersenandung dan menghentak-hentakan kaki. Sedangkan Minggu sore, Anda diiringi kaset. Karena itu, tidak salah kalau pas lewat, Anda sesekali menikmati suasana makan malam atu sekedar ngopi di tempat ini.

Akhirnya selamat menjajal.

Senin, 07 Mei 2012

Juara Baru Liga Inggris


Saya pernah menulis di blog ini tentang pernyataan pelatih Manchester City, Roberto Mancini bahwa peluang timnya merebut gelar pertama dalam 44 tahun terakhir sudah tertutup. Ketika City berjarak 8 poin dari rival sekotanya, Manchester City atau MU, Mancini lempar handuk. Dia menegaskan, gelar juara musim ini sudah menjadi milik Manchester United (MU) sebuah tim yang fantastastis dengan mental juara yang fantastis pula. Mental juara, kata Mancini, tidak dimiliki oleh timnya.

Dalam tulisan itu saya menegaskan bahwa ini adalah strategi Mancini. Bukan lempar handuk dalam arti yang sebenarnya. Dia meniru strategi pelatih Barcelona Pep Guardiola yang melempar handuk atas Real Madrid saat jarak keduanya juga delapan poin. Tetapi makin lama, jarak itu diperpendek hingga akhirnya tinggal empat poin, sebelum kemudian Barcelona takluk dari Real Madrid Camp Nou dan kalah dalam perburuan gelar juara La Liga untuk keempat kalinya.

Baik Guardiola maupun Mancini mencoba memberi tekanan terhadap lawan-lawannya dengan mengatakan bahwa mereka sudah menjadi juara. Dengan harapan bahwa mereka berpuas diri dan berleha-leha. Ketika itulah, City mengejar. Dan, ternyata kemudian terbukti. City berhasil menyalib MU, meski dengan nilai sama tetapi unggul selisih gol.

Pelatih MU Sir Alex Ferguson kemudian juga menilai bahwa pernyataan lempar handuk Mancini itu hanyalah sebuah strategi dan taktik. Bukan pernyataan menyerah. Itu pula sebabnya Ferguson menuduh City sebagai tetangga yang brisik.

Sekarang, ketika City berada di puncak klasemen dan selangkah lagi menjuarai Liga Utama Inggris untuk pertama kalinya dalam 44 tahun terakhir, Mancini pun berubah. Tidak ada lagi pernyataan yang menyebutkan bahwa gelar juara Liga Inggris musim ini adalah milik MU. Dia kembali optimis bahwa City bakal meraih gelar juara Liga Inggris. Meskipun itu sangat tergantung mereka sendiri. Bila menang melawan Queensland Park Rangers (QPR) pada Minggu, 13 Mei 2012 maka mereka merengkuh gelar juara. Tetapi kalau tidak, mereka melemparkannya ke rival sekotanya, MU.

Untuk itu yang City lakukan sekarang adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadap partai pamungkas itu. Tetapi, kata Mancini, bila mereka bermain seperti saat melawan Necastle United pada Minggu 6 Mei 2012 malam, maka peluang mereka menang besar sekali.

Nah bila itu yang terjadi maka lahirlah juara baru di pentas Liga Inggris musim ini, yaitu Manchester City. Untuk para pendukung City, siap-siaplah berpesta. Sementara untuk pendukung MU berdoalah agar City kalah di Etihad dan MU menang atas Sunderland di Stadium of Light. (Alex Madji)

Jumat, 04 Mei 2012

Foto Bugil Dewi Cinta


Belum tuntas video porno anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Karolin Margret Natasa, publik kembali heboh oleh tiga buah foto bugil mirip Dewi Cinta. Foto itu beredar luas di dunia maya dan menjadi konsumsi berita media-media cetak dan online.

Diberitakan, perempuan miri Dewi Cinta itu berfoto di depan cermin dalam keadaan telanjang. Ada foto yang masih mengenakan bra warna hitam. Satu lagi, foto sedang berada di bath up bersama seorang temannya tanpa sehelai kain. Dari berita media massa itu diisyaratkan bahwa foto-foto itu diambil sendiri dan kemungkinan hanya untuk koleksi pribadi.

Lalu apa motif merekam tubuh dalam keadaan telanjang seperti itu? Saya menduga, perempuan yang mirip dengan Dewi Cinta itu ingin melihat bentuk asli tubuhnya tanpa seutas benang dalam sebuah gambar. Dia tidak puas merasakan sendiri ketelanjangan itu, tanpa menyaksikannya dalam gambar. Sebab hanya merasakan, tak akan mendatangkan kekaguman. Sebab tidak semua lekukan tubuh bisa dilihat ketika dalam keadaan telanjang. Eksplorasi atas tubuh pun menjadi kurang optimal.

Dengan merekam ketelanjangan itu dalam gambar, bentuk tubuhnya terpantul kembali. Dia bisa mengeksplorasi bagian demi bagian, lekukan demi lekukan tubuhnya. Mungkin juga ada bagian tubuh yang tidak memuaskan, semua terekam dalam gambar. Lebih dahsyat lagi kalau gambar itu bergerak alias terekam dalam video. Mungkin dengan melihat gambar tubuhnya sendiri, perempuan mirip Dewi Cinta itu bisa mengagumi kemolekan, kemontokan, dan keseksian tubuhnya sendiri untuk kemudian melahirkan penghargaan dan kekaguman atas tubuh.

Kalau foto-foto bugil ini bocor ke publik, ini pun diduga masih menjadi bagian dari keinginan bawah sadar untuk mendapat decak kagum dari orang lain yang dikirimi gambar tersebut akan keindahan dan kemolekan tubuhnya. Foto-foto ini dikirimi hanya untuk mendapat decak kagum dari si penerima. Sayangnya, foto-foto ini kemudian menjadi konsumsi publik dan menuai masalah. Bukan kekaguman. Meskipun, mungkin, secara lamat-lamat ada kekaguman dalam hati setiap orang yang melihat foto-foto tersebut.

Sebenarnya bentuk kekaguman pada diri sendiri atau bahasa gaul sekarang narsis tidak hanya terjadi dalam ruang-ruang privat seperti itu. Di ruang publik pun terjadi. Tengoklah foto-foto teman-teman Anda di media sosial seperti facebook. Tidak sedikit orang yang foto dengan pakaian yang minim lalu pajang di dinding facebooknya. Ada yang foto dengan belahan dada sangat dalam. Ada yang foto mengenakan celana super pendek. Bahkan, ada yang dengan sengaja atau tidak memperlihatkan bagian tubuhnya yang seksi dalam foto lalu tempel di wall facebook.

Ini juga adalah bentuk ungkapan kekaguman pada tubuhnya sambil berharap muncul decak kagum dari pihak lain. Sebab setiap decak kagum selalu membawa pengakuan. Pengakuan akan keindahan pada akhirnya membawa kenikmatan dan kepuasan tersendiri. Sebuah pengakuan akan identitas diri yang cantik, seksi, dan seterusnya.

Tetapi apakah perempuan mirip Dewi Cinta itu berfoto bugil dan mengirimkannya ke orang lain yang kemudian bocor ke publik untuk mendapat pengakuan seperti itu? Kita tunggu jawaban Dewi Cinta. (Alex Madji)

Jumat, 27 April 2012

Video Porno Karolin Margret Natasa


Publik kembali geger oleh video porno anggota DPR. Kali ini pelakunya adalah perempuan muda dan cantik, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Karolin Margret Natasa. Lawan mainnya, Sekjen Parade Nusantara berinisial EGM alias Elya G Muskitta. Selain anggota DPR, Karolin adalah anak Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis MH yang juga Ketua PDI-P Kalimantan Barat. Itu sebabnya kasus Karolin ini mendapat "bobot" lebih.

Dalam kasus tersebut, nama politisi PDI-P lainnya Arya Bima sempat disebut-sebut sebagai pelaku pria. Tetapi dia membatah keterlibatannya dalam video tersebut, sebelum akhirnya muncul pengakuan dari EGM sebagai pelaku pria dalam film porno berdurasi satu menit dengan wajah tak tampak tersebut. Yang terlihat jelas hanya pelaku perempuan yang mengambil posisi "on top" sedang bergoyang.

Kasus film porno di DPR ini bukan sesuatu yang baru. Sebelumnya, ada video porno yang melibatkan orang yang mirip dengan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. Pelaku pria dalam video dengan setting kamar mandi itu memang mirip dengan Anis Matta. Tetapi pria yang kini menjadi Wakil Ketua DPR itu membantah keras. Kemudian kasus ini hilang begitu saja.

Sebelumnya lagi, beredar video porno yang melibatkan politisi Golkar Yahya Zaini dengan penyanyi dangdut Maria Eva yang juga kader Golkar. Yahya Zaini tidak membantah kasus ini tetapi juga tidak membenarkan. Sementara Maria Eva dengan gencar mengakui bahwa pelaku dalam film itu memang dia bersama Yahya Zaini. Menyusul kasus tersebut, Yahya Zaini mengundurkan diri dari DPR dan menghilangkan diri. Bersamaan dengan itu, kasus tersebut juga hilang bak ditelan bumi.

Dalam sebuah perjalanan ke Kuala Lumpur mengikuti rombongan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla yang menerima gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa) dari Universiti Malaya, saya melihat Yahya Zaini di sana. Dia mengenakan sorban datang bertemu Yusuf Kalla yang saat itu menjadi Ketua Umum Partai Golkar di penginapannya. Dia hanya menyungging senyum saat bertemu wartawan. Masih tampak tersipu malu.

Tiga video di atas seolah membenarkan bahwa memang DPR itu bukan lagi tempat terhormat untuk membela kepentingan rakyat, tetapi menjadi tempat pelacuran, seperti sudah saya tulis sebelumnya dalam blog ini, menyusul pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie sebelumnya bahwa di DPR ditemukan banyak kondom bekas pakai. Artinya, praktik maksiat seperti itu sudah menjadi biasa di lembaga tersebut. Munculnya video porno Karolin mengungkapkan fakta lain bahwa pelaku maksiat itu bukan hanya anggota DPR yang pria, tetapi juga perempuan.

Dalam konteks itu, video porno Karolin Margret Natasa ini menjadi sangat unik karena dialah satu-satunya pelaku Anggota DPR yang perempuan. Ini adalah sebuah keberanian yang luar biasa dari seorang Karolin. Di banyak negara, politisi-politisi yang terlibat dalam skandal seks kebanyakan laki-laki. Dan, itu selalu terkait dengan posisi politik mereka dan kekuasaan yang mereka miliki. Yah, politik berhubungan erat dengan korupsi dan praktik prostitusi terselubung ini. Power tends to corrupt and prostitute. Begitu terlibat dalam dua kasus ini, maka karier politik mereka juga hancur.

Hanya sedikit politisi dunia yang bertahan di tengah terpaan isu skandal seks. Bill Clinton misalnya terhindar dari ancaman pemakzulan karena skandal seks dengan stafnya. Tetapi sebagian besar, karier politiknya hancur. Mereka butuh waktu untuk memulihkan citranya untuk kemudian berkarier lagi di bidang politik. Apakah kisah Karolin Margret Natasa seperti itu? Kita tunggu saja. (Alex Madji)

Kamis, 26 April 2012

Catenaccio Masih Jadi Senjata Pembunuh


Ini cacatan yang tersisa dari laga semifinal leg kedua antara Barcelona versus Chelsea di Camp Nou pada Rabu, 25 April 2012 dini hari WIB. Hal yang mencolok dari laga itu adalah bahwa Barcelona tersingkir. Tetapi yang saya mau angkat adalah cara mereka disingkarkan Chelsea.

Laga semifinal itu mempertontonkan dua kutup sepakbola. Barcelona memperagakan sepakbola indah yang sudah menjadi kekahasan mereka. Tiki taka. Sentuhan bola dari kaki ke kaki dengan umpan-umpan pendek untuk meninabobokan pemain lawan sambil tunggu peluang untuk menusuk ke kotak penalti dengan cepat. Sebaliknya, Chelsea memperagakan kutup sepak bola yang lain, bertahan total atau grendel atau catenccio.

Roberto Di Matteo adalah orang Italia, tempat catenaccio itu lahir dan dikembangkan. Italia seringkali juara di Eropa dan dunia karena sistem ini. Di Matteo yang pernah membela tim nasional Italia paham betul memperagakan sistem tersebut. Sayangnya, beberapa tahun belakangan ini, sistem ini mulai ditinggalkan. Termasuk oleh tim-tim Italia sendiri.

AC Milan tidak memilih cara ini untuk melumpuhkan Barcelona di babak perempat final. Mereka lebih memilih bermain terbuka. Akibatnya, mereka tersingkir dari El Barca, meski mampu menahan imbang di San Siro pada leg pertama.

Meski mulai ditinggalkan, Di Matteo coba memungutnya kembali dan memakai saat menghadapi Barca. Bagi dia ini adalah cara terbaik untuk melumpuhkan Barcelona yang unggul dalam penguasaan bola. Para pemain Chelsea membiarkan anak-anak El Barca bermain di depan garis 16, tetapi tidak boleh masuk ke kotak penalti. Begitu mereka berhasil menggiring bola ke kotak penalti maka yang terjadi adalah bencana. Itulah yang terjadi dengan dua gol Barcelona pada babak pertama.

Belajar dari situ, Chelsea memasang grendel. Apalagi setelah John Terry diusir keluar lapangan. Barca hanya bisa bermain di depan garis 16 Chelsea tetapi tidak boleh masuk ke kotak penalti, sambil melirik peluang melakukan serangan balik cepat yang mematikan. Dua gol Chelsea adalah buah dari penerapan sempurna catenacio.

Media-media Spanyol mengeritik strategi Di Matteo ini. Mereka menganggap Di Matteo antisepakbola. Tetapi Di Matteo didukung mantan pelatih Chelsea Jose Mourinho yang menerapkan sistem yang sama saat menangani Inter Milan dan melumpuhkan Azulgrana. Fernando Torres yang mencetak gol kedua Chelsea juga membela pelatih sementaranya itu. Ini cara yang kami pilih untuk melawan Barca. Klub lain boleh memilih cari lain, tetapi Chelsea memilih cara ini. Dan, terbukti sukses.

Tetapi itulah sepakbola. Yang dicari bukan melulu keindahan. Tetapi soal hasil akhir yaitu kemenangan. Dan itulah yang dipegang Di Matteo. Dia memilih cara apa pun termasuk dengan catenaccio untuk membunuh Barcelona. Di Matteo memang cukup pragmatis, seperti juga Mourinho yang membelanya.

Dengan kata lain, Catenaccio masih efektif untuk melumpuhkan tiki taka Spanyol. Pep Guardiola dan para pencinta total football masih harus putar otak untuk mencari cara bagaimana membongkar sistem grendel ini dan membendung serangan balik cepat seperti yang diperagakan Chelsea dan Inter Milan dua tahun silam. Inilah tantangan Barcelona dan tim-tim yang mengagung-agungkan permainan bola indah. Semoga musim depan, pencarian itu berhasil, sehingga tiki taka bisa balik membunuh catenaccio. (Alex Madji)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes